Bikin Retensi di Punti Kayu

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com – Bencana banjir yang masih rawan di Metropolis membuat Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel sigap. Untuk menanggulanginya, pihaknya berencana membangun kolam retensi di dua titik rawan di Kota Palembang. Lokasinya berada di sekitar kawasan Jl Arafuru dan Jl Kolonel H Barlian, tepatnya di Taman Wisata Alam Punti Kayu.

Kepala PSDA Provinsi Sumsel, Ir Dharma Budi, mengatakan, pembuatan kolam retensi salah satu upaya pencegahan bencana banjir di perkotaan. Dua titik yang dipilih menjadi daerah langganan banjir. “Kami juga ada program pembebasan lahan untuk kolam retensi di beberapa titik lainnya di tahun depan. Supaya mengurangi genangan air yang melannda kota,” kata Budi di acara Peringatan Hari Bakti Ke-73 PU, akhir pekan lalu.

Dia menerangkan, selain pembangunan kolam retensi, pihaknya juga menganggarkan dana perbaikan irigasi di beberapa kabupaten yang menjadi kawasan pertanian seperti di Kabupaten Banyuasin, OKU Selatan, Muara Enim, dan kawasan lainnya. “Tahun depan total ada 45 kegiatan dengan anggaran sekitar Rp150 miliar,” katanya.

Budi berharap kegiatan ini bisa mendukung produksi pangan Sumsel. “Salah satu komponen dalam mendukung ketahanan pangan yakni pembangunan irigasi. Harapannya, perbaikan irigasi ini dapat mengairi sawah masyarakat serta menjaga produktivitas pertanian,” bebernya.

Sementara itu, di acara Hari Bakti Ke-73, Dinas PSDA Provinsi Sumsel gelar berbagai kegiatan di luar kedinasan. Seperti jalan santai, lomba yel-yel, serta beragam lomba lainnya. Perlombaan itu dimaksudkan untuk jalin silaturahmi dan kekompakan antarpegawai. “Banyak lombanya, ada 7 jenis. Supaya pegawai bisa rileks dan kompak,” terangnya.

Budi mengatakan kegiatan ini rutin digelar di setiap perayaan hari besar. “Bekerja sama dengan Dharma Wanita PSDA. Agar hubungan kerja ini bisa berlanjut sebagai satu kesatuan keluarga besar,” katanya. Ketua Dharma Wanita Dinas PSDA Sumsel, dr Ria Anandita mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa mencairkan suasana kerja. “Kalau sebelumnya ada konflik atau gesekan dikurangi atau bahkan dihilangkan, sehingga kekompakan bisa tumbuh,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here