Buang Sampah Didenda Rp250 Ribu

0

Sumselterkini.com – Pemkot Palembang sepertinya tak main-main agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Wali Kota Palembang, H Harnojoyo, mengaku untuk memastikan kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan sungai, pihaknya berencana merevisi aturan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis.

“Sesuai aturan ini, jika masih ada yang melanggar buang sampah sembarangan, akan dikenakan denda Rp250 ribu atau pidana tiga hari kurungan penjara,” jelasnya.
Diakuinya pemkot akan menerapkan sanksi ini secara konsisten. Apalagi setiap kelurahan sudah disiapkan masing-masing tempat pembuangan sampah sementara (TPS). “Buanglah sampah di tempat yang telah disediakan. Jika masih ada yang kedapatan membuang sampah sembarangan, akan kita sanksi,” tegasnya.

Untuk mendukung kebersihan lingkungan, program unggulan Gotong Royong terus berjalan. Di peringatan Hari Habitat dan Perumahan Nasional, secara serentak dilaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Bersih. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa, mengatakan, membersihkan lingkungan bagian program pemkot, salah satunya men-support Hari Habitat dan Perumahan Nasional. Pihaknya tinggal melanjutkan karena program ini sendiri sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu di Palembang.

“Program kebersihan ini sudah dijalankan empat tahun lalu. Khusus di peringatan ini kami adakan pembersihan di dua titik yaitu Sekip dan Jl Segaran,” terangnya saat membuka kegiatan di Masjid Nur Ramadhan, Jl Segaran No 01, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, kemarin (1/10).

Yang menarik, peran serta masyarakat aktif melibatkan berbagai komunitas seperti Komunitas Peduli Banjir dan Mahawasiswa Universitas Tridinanti. “Kegiatan serentak seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Untuk Palembang kita melaksanakan kegiatan tersebut di aliran Sungai Bendung,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan Indonesia Bersih Pemerintah Pusat sejalan dengan program utama Wali Kota Palembang, H Harnojoyo. “Jadi apa yang dilaksanakan hari ini sudah jauh sebelumnya dilaksanakan oleh Wali Kota kita,” katanya.

Harobin menuturkan, kegiatan Gerakan Indonesia Bersih dan Hari Habitat Nasional hendaknya dimaknai sungguh-sungguh. Dimana, masyarakat diminta sadar pentingnya kebersihan bagi kehidupan. Untuk itu, perlu konsistensi dan kerja keras. Sehingga ke depan masyarakat sadar untuk terus menjaga kebersihan.

“Ini patut kita berikan apresiasi. Dimana, kita dapat bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui Balai Sungai,” ulasnya. Melihat kondisi sungai saat ini, Harobin cukup kecewa. Dimana sungai masih dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga. “Wali Kota yang setiap minggu membersihkan sungai ini kondisinya seperti itu, bagaimana jika Wali Kota tidak melaksanakannya,” cetusnya. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat lebih aktif dalam menjaga kebersihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here