Buron Setahun, Beraksi Ditemani Kekasih

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com – Setelah selama lebih dari satu tahun lamanya menjadi buruan petugas, akhirnya Angkut (21) tak bisa berkutik. Tersangka kasus pencurian sepeda motor N-Max yang diparkir di depan warnet di Jl GHA Bastari belakang Mapolresta Palembang pada Oktober 2017 silam itu ditangkap petugas unit ranmor Satreskrim Polresta Palembang.

Saat itu, tersangka tengah berada di dalam warnet di Lr Keluarga, Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan SU II, Jumat (12/10) malam lalu. Namun, lantaran berupaya kabur saat hendak digiring ke Mapolresta Palembang, petugas pun terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tiga butir timah panas yang bersarang di kedua kakinya.

Uniknya, sepertinya disampaikan Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara dalam beraksi dia ditemani sang kekasih berinisial An yang sudah lebih dulu berhasil ditangkap.

“Tersangka Ak ini masuk DPO kita sejak setahun silam, dia diburu atas kasus curanmor sepeda motor N-Max di Jl GHA Bastari tahun lalu. Namun, karena berupaya kabur saat hendam dibawa, kita berikan tindakan tegas dan terukur terhadap yang bersangkutan,” imbuh Yon didampingi Kanit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang, Iptu Mardanus, kemarin.

Tersangka sendiri diancam melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun. Sementara, pengakuan Angkut, total sudah dua kali dia melakukan aksi curanmor

” Yang pertama di kawasan 13 Ulu berhasil membawa kabur sepeda motor Mio J dan yang terakhir motor N-Max ini,” katanya sambil menahan rasa sakit akibat diterjang timah panas petugas saat diinterogasi di ruang riksa unit ranmor Satreskrim Polresta Palembang, kemarin (14/10).

Diakuinya setelah melakukan aksi pencurian sepeda motor, ia pun kabur ke Bangka. “Dua bulan Pak, saya di sana (Bangka) bekerja di timah. Karena gaji yang tak sesuai jadi saya memutuskan untuk pulang kembali ke Palembang dan tertangkap,” ujarnya.

Diakuinya sepeda motor hasil curiannya dijualkannya di kawasan Rambutan Banyuasin. “Saya jual seharga Rp4 juta Pak, dan uangnya sudah habis untuk keperluan sehari-hari,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here