Cuci Tangan, Diterkam Buaya Muara

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com – Keganasan buaya muara di wilayah Banyuasin kembali memakan korban. Kali ini, Nur Alif (18), warga Jalan Sungai Itam, Kelurahan Sukamoro, Kecamatan Talang Kelapa, menjadi korban. Nur Alif diterkam buaya muara sepanjang kurang lebih 5 meter di aliran Sungai Rengit Murni, areal Wilayah PT KAM Blok C, Desa Santan Sari, Kecamatan Sembawa. Di wilayah itu, memang memiliki spot pemancingan dan menjadi ”pemancingan” favorit warga sekitar.

Kejadian Minggu (8/6), sekitar pukul 14.30 WIB. Dan korban belum ditemukan di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi, Nur Alif bersama Muhammad Agus (kakak korban) dan Dwi (tetangganya) berangkat dari rumah menuju tempat pemancingan menggunakan dua sepeda motor. Ketiganya berangkat usai melaksanakan salat Zuhur sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah itu, menuju tempat kejadian perkara selama satu setengah jam lamanya. Usai sampai di tempat kejadian perkara, Nur Alif yang berboncengan dengan sang kakak, Agus, langsung turun dari sepeda motor.

Sedangkan Agus, kakak korban, dengan rekannya Dwi mencari tempat untuk parkir sepeda motornya. Rupanya, Nur Alif tidak sabar lagi untuk memancing, selanjutnya membuka baju dan turun ke sungai dari kanal yang dibuat perusahaan di wilayah tersebut.
Diduga, tidak terlalu memperhatikan di sekitar sungai yang memang merupakan habitat buaya muara, Nur Alif langsung cuci tangan. Seketika diterkam buaya dan ditarik ke dasar sungai itu. Diduga, buaya tersebut sudah berada di tempat kejadian perkara namun tidak diperhatikan korban.

Korban Nur Alif sendiri sempat mencoba melepaskan diri dari terkaman buaya muara itu sembari meminta pertolongan kakak dan tetangganya. Tapi karena kuatnya terkaman buaya, Nur Alif tidak mampu melawan dan terseret buaya muara ke dasar sungai.
Kakak korban bersama Dwi tidak mampu berbuat banyak karena keganasan buaya muara itu. Setelah itu, Agus bersama rekannya Dwi memberitahukan kepada warga sekitar terkait kejadian itu.

Tetangga korban bersama warga sekitar langsung mendatangi tempat kejadian untuk membantu pencarian terhadap korban yang hilang diterkam buaya itu. “Sempat muncul buayanya, usai nerkam korban, sekitar pukul 7 malam,” kata Minzar, warga Sukamoro, yang ikut lakukan pencarian kemarin.

Saat itu, buaya masih membawa jasad korban dengan posisi dalam mulut buaya, yaitu digigit pada bagian tubuh. “Setelah itu, bawa kembali jasad korban, dan diangkat lagi oleh buaya sekitar pukul 02.00 dinihari,” bebernya.

Masih kata Minzar, warga sekitar bersama tetangga korban saat ini masih di tempat kejadian perkara lakukan pencarian terhadap jasad korban. “Dibantu pawang dari Pemulutan,” tukasnya. Diakuinya, di daerah itu tidak ada papan larangan atau imbauan terkait keberadaan buaya muara. “Padahal di sana merupakan habitat buaya muara. Kalau tidak ada papan larangan atau imbauan, pastinya warga tidak akan tahu keberadaan buaya,” kesalnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here