Degradasi atau Bangkit

0

Sumselterkini.com – Penggawa Sriwijaya FC harus menjadikan laga kontra Bali United petang ini sebagai titik balik. Hasil positif wajib diraih untuk memperbaiki peringkat. Sebab, terpeleset di laga krusial ini, akan membawa Laskar Wong Kito ke jurang degradasi. Hasil yang tak diharapkan oleh semua pecinta Sriwijaya FC.

“Kami bersemangat untuk pertandingan ini. Kita tahu Bali sekarang berada di atas. Tapi mereka bukan tak bisa dikalahkan. Kita harus semangat untuk besok (hari ini, red),” ujar kapten tim, Yu Hyun Koo, kemarin.

Ia menjelaskan, kondisi tim berada di posisi yang ideal. Tak ada lagi masalah yang perlu dirisaukan untuk mengganggu konsentrasi tim di setiap pertandingan sejak pimpinan diambil alih oleh Muddai Madang. “Hanya saja memang, harus diakui, transisi tim yang terjadi saat ini cukup lambat. Padahal Sriwijaya FC harus secepatnya bangkit untuk menjaga asa berlaga di Liga 1 musim depan,” sambungnya.

Sejak diakuisisi 2004 lalu, Laskar Wong Kito belum pernah sama sekali mencicipi turun kasta. Hal ini tak boleh terjadi, sehingga Yu bersama rekannya, akan berjuang dengan sangat maksimal.

“Tiga poin. kita harus berjuang untuk itu. Kita semua pemain sudah berkomunikasi dan kita sadar apa yang harus kita lakukan,” tambahnya.

Begitu pula yang diungkapkan oleh Zalnando. Bek sayap yang mendapat kepercayaan pelatih Subangkit. Koordinasi yang masih kurang di lini belakang, menurutnya perlahan sudah mulai diperbaiki. Pengertian antara pemain mulai muncul agar terhindar dari hasil buruk.

Sebab, sebagai pelatih, Subangkit tidak hanya memberikan materi fisik dan taktik. Tetapi juga motivasi agar anak asuhnya bisa mengeluarkan seluruh kemampuan yang ada. “Kita bermain di kandang. Kita harus amankan poin. Karena itu kami juga minta dukungan dari semuanya agar ke depan Sriwijaya FC bisa lebih baik lagi,”ujarnya.

Dari sisi strategi, pelatih Subangkit mengaku telah menyiapkan padu padan yang pas di lini belakang. Untuk mengawal permainan penyerang Bali United yang tidak hanya punya kecepatan tetapi juga olah bola dan skill individu yang baik.

Hanya saja, Subangkit mengaku kondisi dan hal buruk yang dialami sebelumnya harus segera dilupakan oleh para pemain. Itu agar bisa lepas di laga penentu dan jadi titik balik.
“Kita harus terus berusaha. Libur kompetisi lalu, kita sudah matangkan fisik pemain dan strategi, sehingga kita harus maksimalkan kesempatan kali ini,”jelasnya.

Dari lawan, pelatih Widodo Cahyono Putro menanggapi datar performa minor Sriwijaya FC beberapa laga ke belakang. Justru menurutnya ledakan Yu Hyun Koo dan kolega bisa muncul di pertandingan nanti.

“Saya minta anak-anak untuk tidak lihat klasemen. Karena lawan siapapun, di Liga 1 ini tentu berat. Apalagi Sriwijaya FC yang kali ini bermain di kandang,” ungkapnya.
Widodo yang kembali ke Palembang sebagai lawan, juga membawa mantan penggawa Sriwijaya FC Mahamadou Ndiaye dan Novan Setya. Dua pemain itu merupakan bagian dari pemain yang membawa skuat Jakabaring juara di turnamen pramusim, Piala Gubernur Kaltim.

Ndiaye berujar, meski datang sebagai lawan, Sriwijaya FC tetap merupakan rumah pertamanya. Sehingga ia berusaha untuk tetap profesional.

Sementara itu, Kapten Bali United, M Taufik yang pernah berseragam Persebaya juga mengakui hal yang sama dengan Widodo. Menurutnya Sriwijaya FC masih punya barisan pemain yang berkualitas dan patut diwaspadai. “Mereka masih punya Beto dan pemain lain yang berkualitas. kita harus bersiap untuk menghadapi mereka di pertandingan nanti,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here