Dua Flyover ini Telah Dibuka

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com, PALEMBANG – Dua flyover di Metropolis, Simpang Bandara-TAA (Tanjung Api-Api) dan Keramasan akhirnya resmi dibuka, kemarin (5/6). FO yang masing-masing menelan dana sekitar Rp170,5 miliar dan Rp304 miliar itu pun kini sudah bisa dilintasi pengendara. Terutama pada momen arus mudik-balik Lebaran Idulfitri 2018.

Pjs Wali Kota Palembang, Akhmad Najib, mengatakan, pembukaan dua fasilitas infrastruktur ini cukup tepat mengingat tak lama lagi arus mudik-balik dimulai. Terutama akan memperlancar pemudik yang mau menuju Tol Palembang-Indralaya (Palindra) via FO Keramasan, maupun mau dari arah Jl Kol H Barlian ke Km 12 via FO Bandara.

“Tentunya diaktifkan dua FO ini bisa mengurai dan mengurangi kemacetan di dua titik tersebut,” ujarnya usai acara soft opening FO Keramasan dan Bandara di Keramasan, Kecamatan Kertapati, kemarin (5/6). Pembangunan ini, kata dia, juga sebagai wujud rasa bangga Kota Palembang atas kemajuan infrastruktur wilayah. Sehingga dia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas infrastktur tersebut.

Namun meski sudah diresmikan, FO ini masih harus dilengkapi dengan traffic light dan rambu lalu lintas. “Kami sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk segera memasang rambu-rambu tersebut. Ini untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara,” bebernya.

Selain itu, masih ada lagi masalah yang mengganjal. Pembebasan lahan untuk jalan akses FO Bandara masih cukup alot. Dari 9 rumah yang kena sasaran pembebasan lahan, baru 5 rumah sudah clear. Sisanya warga masih tetap bersikukuh tak ingin dibebaskan. Diakuinya, harga yang diminta pemilik lahan melebihi hasil analisa yang dibuat tim Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan aturan yang ditetapkan pemerintah. Jadi pihaknya tak bisa mengeluarkan dana yang diminta. ”Ada dua atau tiga pemilik lahan masih bersikukuh. Sementara lima sudah kami bayar dan lusa nanti kami bongkar,” ujarnya.

Najib mengatakan pihaknya masih terus melakukan upaya negosiasi dengan pemilik lahan. Tapi, jika negosiasi masih alot dan pemilik lahan tetap bersikukuh dengan harga yang melampaui ekspektasi, pihaknya akan menyerahkan persoalan pembebasan lahan ke pengadilan. ”Kami akan bawa persoalan ini ke pengadilan. Supaya ada titik temu atau dasar bagi kami sesuai dengan keputusan pengadilan,” katanya.

Untuk jalan alternatif selama pengerjaan FO yang mengalami kerusakan, kata dia, akan dilakukan perbaikan secara bertahap. “Nanti bakal kami perbaiki juga. Tapi bertahap. Karena ada mekanisme anggaran yang harus dijalankan,” ungkapnya.

Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V Sumsel, Zamharir Basnuni, mengatakan, secara fisik bangunan, FO Keramasan dan Bandara sudah selesai 100 persen. Hanya saja untuk FO Bandara masih terkendala pembebasan lahan untuk jalan akses dari Bandara menuju Jl Kolonel H Barlian. “Nantinya akan diselesaikan berbarengan dengan pekerjaan finishing lainnya,” bebernya.

Menurut Zamharir, jalan yang ada saat ini sudah bisa diakses oleh kendaraan. Namun, lebarnya tidak sesuai standar yakni sekitar 4 meter. “Seharusnya sesuai dengan perencanaan jalannya harus 7 meter. Agar kendaraan lebih leluasa saat melintas. Kami targetkan selesai dalam waktu dekat,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here