Hanya 13.347 Honorer Bisa Daftar CPNS

0

Sumselterkini.com – Pemerintah dinilai setengah hati memberikan kesempatan bagi tenaga honorer kategori dua (K2) untuk berkesempatan menjadi CPNS. Dari total jumlah tenaga honorer K2 438.590 orang di Indonesia, hanya 13.347 orang yang bisa mendaftar. Jumlah ini sesuai dengan databased yang ada di BKN. Di Sumsel, dari 7.033 honorer K2, yang bisa ikut CPNS hanya 10 persen atau sekitar 703 honorer. Ketentuan usia maksimal 35 tahun menjadi ganjalan utama.

Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I), Titi Purwaningsih pun menyampaikan keberatan atas kebijakan pemerintah tersebut. Dia mengatakan tenaga honorer kan masuk jalur pendaftaran khusus. Sehingga sudah sewajarnya ada ketentuan-ketentuan khusus pula. “Misalnya tidak diberlakukan pembatasan usia maksimal 35 tahun,” katanya kemarin (7/9).

Dia menegaskan keputusan pemerintah itu seperti memberangus kesempatan para honorer berkompetisi menjadi CPNS. Titi sendiri saat ini bekerja sebagai tenaga honorer K2 profesi guru SD di Banjarnegara. Dia bekerja sejak Juli 2004 lalu. Saat ini, Titi berusia 43 tahun. “Sesuai ketentuan pemerintah, saya pun tidak bisa mendaftar CPNS 2018. Padahal saya sudah bekerja sebagai guru honorer selama 14 tahun,” katanya.

Menurut dia, para honorer tidak menuntut untuk diangkat langsung menjadi CPNS baru. Mereka siap mengikuti seleksi sebagaimana pelamar pada umumnya. Dia merasa pemerintah tidak adil sebab membedakan tenaga honorer berdasarkan usia.

Dia menyebut, pemerintah tak bisa mengangkat seluruh honorer karena terbentur dana. Tetapi padanya kenyataannya pemerintah bisa membuka lowongan untuk 238 ribu lebih CPNS baru. Itu artinya, bagi Titi, pemerintah sejatinya memiliki anggaran. “Misalkan 50 persen kuota CPNS baru itu dialokasikan untuk honorer, sudah lebih baik,” jelasnya. Dia mengatakan keberadaan tenaga honorer K2 merupakan hasil kebijakan pemerintah. Sehingga sudah jadi tanggung jawab pemerintah untuk menuntaskan persoalan pengangkatan honorer.

Ketua FHK2I Sumsel, Syahrial mengatakan batasan usia maksimal 35 tahun menutup peluang banyak honorer K2 di Sumsel untuk mendaftar. “Yang di bawah 35 tahun sedikit sekali, hanya sekitar 10 persen dari 7.033 honorer K2. Atau sekitar 703 honorer,” ujarnya. Artinya mereka itulah yang hanya bisa mendaftar CPNS.

Sementara di atas 35 tahun, tidak lagi bisa mendaftar. “Kalau janji pemerintah kemarin bisa dimasukkan ke dalam pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Tapi aturan ini juga belum jelas,” sebutnya. Dia pun berharap, pemerintah tetap bisa prioritaskan honorer K2 untuk jadi CPNS mengingat mereka sudah mengabdi puluhan tahun, tapi dengan gaji yang kecil sekali.

Wakil Ketua Forum Tenaga Honorer Kabupaten Muba, Safran mengatakan ada 523 tenaga honorer K2 di Muba, meliputi tenaga teknis 212 orang, guru 295 orang, dan tenaga kesehatan 16 orang. “Mereka ini telah mengabdi 10-20 tahun, dengan gaji hanya Rp300 ribu per bulan,” jelasnya. Itu pun dibayar triwulan sekali. Padahal, diakuinya, tenaga honorer ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan pelayanan kesehatan, dan lainnya. “Meskipun harus ikut tes, sudah sepatutnya honorer K2 diprioritaskan dalam penerimaan dan pengangkatan CPNS tahun ini,” terangnya.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan membenarkan tak semua tenaga honorer bisa mendaftar CPNS tahun ini. “Honorer K2 yang eligible (bisa, red) ikut mendaftar penerimaan CPNS hanya 13.347 orang,” katanya.

Mereka bisa mendaftar di antaranya karena usia masih kurang 35 tahun per 1 Agustus 2018. Kemudian jalur khusus untuk honorer hanya dibuka bagi guru dan tenaga kesehatan. Ridwan menegaskan saat ini ketentuan dalam undang-undang, batas usia mendaftar CPNS adalah 35 tahun. Sehingga pemerintah tidak bisa melanggarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah menyebut pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS memang memiliki dampak pada keuangan negara. Semakin banyak tenaga honorer K2 yang bakal diangkat menjadi CPNS, maka konsekuensinya pemerintah harus menyiapkan anggaran lebih besar.

Ferdiansyah mengungkapkan jika seluruh honorer K2 yang ada diangkat menjadi CPNS dibutuhkan tambahan anggaran Rp37 triliun per tahun untuk gaji dan tunjangan. Tetapi jika yang diangkat menjadi CPNS hanya 13.347 honorer K2, maka anggaran yang dibutuhkan hanya Rp1,1 triliun/tahun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here