Inilah Wakatobi, Salah Satu Bali Baru

0

Sumselterkini.com – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menetapkan 10 Destinasi Prioritas atau nama bekennya 10 Bali Baru. Salah satunya di Sulawesi Tenggara yakni Wakatobi.

10 Bali Baru tersebut adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru (BTS) di Jawa Timur, Mandalika Lombok di NTB, Labuan Bajo di NTT, Wakatobi di Sultra dan Morotai di Maluku Utara. Masing-masing destinasi tentu punya potensi wisata yang berbeda-beda.

3A Bakal terus digenjot, yakni Atraksi, Akses dan Amenitas. Kementerian Pariwisata akan terus mempromosikan dan membenahinya, dengan masing-masing destinasi memiliki tim percepatannya sendiri.

Mari kita mengenali salah satunya yang bernama Wakatobi. detikTravel baru-baru ini ke sana dalam event d’Traveler Jelajahi Indonesiamu bersama Pegipegi. Melihat langsung keindahannya di depan mata.

Selamat datang di Wakatobi (Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)Selamat datang di Wakatobi (Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)

Menuju Wakatobi, membutuhkan waktu sekitar 3 jam penerbangan. Dari Jakarta transit di Kendari (ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara), lantas 40 menit dengan pesawat berbadan kecil ke Bandara Matahora di Pulau Wangi-wangi.

Wakatobi sendiri merupakan singkatan dari nama 4 pulau, yaitu Wangi-wangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Lokasinya berjejeran dan tiap pulau dapat ditempuh dengan naik boat selama 3-4 jam.

“Wisata di Wakatobi adalah wisata bawah laut, bisa snorkeling dan diving. Tidak ada wisata daratnya,” ujar Aci, salah seorang guide dari Wakatobi Patuno Resort di Desa Patuno, Pulau Wangi-wangi.

Diving di perairan Pulau Wangi-wangi (Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)Diving di perairan Pulau Wangi-wangi (Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)

Dari laman resmi website Kementerian Pariwisata, indonesia.travel tertulis Wakatobi memiliki 942 spesies ikan dan 750 dari total 850 spesies koral yang ada di dunia. Maka tak ayal, sebegitu digdaya bawah lautnya!

“Setiap pulau memiliki banyak spot diving, seperti Pulau Wangi-wangi punya 20-an, Pulau Tomia punya lebih dari 40 dan Kaledupa di atas 10. Kalau di Binongko, jarang orang ke sana dan paling jauh lokasinya. Di spot-spot diving, juga bisa snorkeling karena terumbu karang sudah terlihat jelas,” terang Aci.

“Tapi harus berhati-hati, sebab di depannya palung dan kadang kalau arus kuat bisa terbawa,” tambahnya.

Bawah laut Wakatobi yang memiliki ragam ikan dan terumbu karang (Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)Bawah laut Wakatobi yang memiliki ragam ikan dan terumbu karang (Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)

Disarankan, sebaiknya wisatawan yang mau ke Wakatobi memiliki diving license alias lisensi selam. Memang sih snorkeling juga sudah puas, tapi kalau diving bakal lebih puas berkali-kali lipat!

Soal penginapan, memang belum begitu banyak. Aci menjelaskan, baru ada beberapa losmen, homestay dan resort. Khusus yang terakhir, jumlahnya bisa dihitung jari.

“Soal harga, ada yang dari Rp 300 ribuan per malam. Biasanya sih wisatawan yang ke sini menghabiskan waktu 4-5 hari. Karena ya itu tadi, aktivitasnya semuanya di bawah laut dan tidak ada di darat jadi tidak terlalu lama-lama,” terang Aci.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here