Kasus Fakhruddin: Teras Indonesia Akan Layankan Surat Ke DKPP

0

Sumsleterkini.com – Terpilihnya kembali M. Fakhruddin sebagai anggota panwaslu OKI dinilai menjadi preseden buruk dalam peyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Setelah pengamat dan beberapa orang menyayangkan hal ini, kritik keras juga disampaikan oleh  M. Haekal Al-Hafaffah,  Direktur Pusat Studi Politik dan Pembangunan Teras Indonesia.

Haekal mengatakan, proses penyeleksian anggota bawaslu  bukan kerja seremionial dari awal sampai terpilih 5 besar itu melalui proses panjang. Tentu publik juga berharap orang yang terpilih adalah mereka yang teruji kredibilitasnya.

“Kalau yang terpilih adalah ternyata yang cacat moral, bawaslu perlu melakukan peninjauan kembali” Kata Haekal Rabu (26/09/2018).

Pasca dipecat oleh  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, berdasarkan Putusan No.160/DKPP-PKE-VII/2018 tanggal 29 Agustus 2018, mantan ketua Panwaslu ini kembali terpilih menjadi anggota Panwaslu OKI.

M Fakhruddin dipecat dengan peringatan keras atas tindakannya meminta THR kepada salah satu pasangan calon Bupati OKI pada Pilkada lalu.

Dalam Demokrasi hukum tidak berarti banyak kalau tidak dijiwai oleh moralitas, kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya.

Menurutnya Haekal, dalam konteks ini adalah bukan pelantikan Fakruddin sebagai Panwaslu OKI itu sah atau tidak, tapi disini ada problem moralitas.

Dalam waktu dekat Pemerhati Politik Sumsel ini akan melayangkan surat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) .

“Beberapa hari kedepan kita akan melakukan komunikasi dengan rekan-rekan Penggiat Demokrasi,  Aktivis dan Kawan-Kawan Akademisi untuk melayangkan surat ke DKPP. Kita tidak mau pengawalan proses Pilpres (Pemilihan Presiden)  dan Pileg (Pemilihan Legislatif) diisi oleh orang-orang bermasalah”  Tegas Haekal.

Selain itu, kita perlu mengecek apakah dari awal timsel tahu atau tidak . Kalau tidak maka perlu ditinjau kembali, kalau sudah berarti ada oknum yang mendiamkan masalah ini. “Jangan sampai kredibilitas bawaslu OKI dinilai bermasalah hanya karena satu orang”. Ungkapnya.

Dalam sepakbola Bawaslu itu ibarat wasit “ Kalau wasitnya bermasalah tentu sebuah pertandingan juga akan bermasalah” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here