Kemenkumham Sumsel Bangun Musholla Libatkan Warga Binaan

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com, PALEMBANG – Wujud implementasi pembinaan program warga binaan terpadu, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas 1A Pakjo membangun musholla di lingkungan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas 1 Palembang.

“Keterlibatan pasukan merah putih napi yang dibentuk saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2018 lalu pada pembangunan musholla merupakan upaya re-interaksi sosial warga binaan sebelum kembali ke masyarakat,” imbuh Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumsel, Dr H Sudirman D Hury,SH,M.Si di acara peletakan batu pertama Musholla Nurul Hidayah Kantor Rupbasan Klas 1 Palembang, Kamis (2/8).

Menurut Sudirman, sesuai isi catur dharma narapidana diantaranya mematuhi janji tidak akan mengulangi kekeliruan dan menjadi manusia sosial berpancasila dengan mematuhi segala tata tertib yang telah ditetapkan.

Soal biaya pembangunan musholla Nurul Hidayah berukuran 6 x 5 meter persegi dan direncanakan bakal rampung dalam kurun waktu tiga bulan ke depan ini, mantan Kakanwil Kemenkum HAM Sulawesi Utara (Sulut) ini menyebut berasal dari sumbangan dari pegawai di lingkungan Rupbasan Klas I Palembang dan Kanwil Kemenkum HAM Sumsel.

“Ini gerakan pembangunan mushollah kali pertama yang dikerjakan dan selanjutnya bakal menyusul pada pembangunan-pembangunan yang lainnya, sekaligus upaya asimilasi warga binaan yang tak menutup kemungkinan bakal menimbulkan resistensi di tengah masyarakat,” imbuh Sudirman.

Sebelumnya, Kepala Rutan Klas IA Pakjo, Mardan,SH menyampaikan untuk tahap awal bakal dilibatkan beberapa napi yang dari hasil penilaian menunjukkan perilaku yang baik dan yang terpenting mereka memiliki basic dalam hal pembangunan.

“Musholla yang barusan diresmikan Pak Kakanwil Kemenkum HAM ini sebagai prototipe bagi pembangunan mushollah-mushollah ke depan di tempat lain, ini upaya kita memberdayakan warga binaan.

Selain ini, di dalam mereka juga membuat kerajinan tangan seperti pembuatan karangan bunga atau florist dan pembuatan gelas untuk souvenir Asian Games,” imbuh Mardan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here