Kepergok, Maling Melawan, Tewas Dikapak Miring

0

Sumselterkini.com –  Pelaku pencurian di Jl Mayor Zen, Lr Lama Laut, RT 18, Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni, Palembang, berakhir tragis. Meski sudah terkepung warga, Indra (40) masih berusaha melawan. Akibatnya, nyawanya pun melayang.

Warga Jl M Zen, Kalidoni, itu menderita luka bacok dan tusuk di sekujur tubuh. Dari kaki, tangan, hingga badan. Paling parah di bagian wajah, terluka melintang menganga, dikapak miring mulai dari tulang pipi kiri hingga bawah alis mata kanannya.

Diketahui, sebelumnya, pelaku hendak mencuri di rumah Nur Janah (20), Rabu (5/9), sekitar pukul 21.45 WIB. Korban yang belum tidur curiga mendengar suara dinding papan rumah panggungnya seperti ada yang membuka.

Terlebih, dompet korban yang sebelumnya ada di dalam kamar sudah berada di bawah rumahnya. Spontan, korban meneriakinya maling. “Mendengar teriakan korban, warga langsung keluar rumah, mencari dan mengejar pelaku,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Kalidoni, Ipda Heriyanto, ditemui di ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, kemarin (6/9).

Kata Heri, sapaan akrab Heriyanto, ada warga bernama Candra yang melihat pelaku bersembunyi di semak belukar. Diteriakinya pula maling. Pelaku diduga panik dan kalap karena persembunyiannya diketahui. “Pelaku menyerang saksi pakai pisau, saksi terluka di dada kanannya,” ungkap Heri.

Warga yang semakin ramai berkerumun, mengepung, dan menangkap pelaku. Meski begitu, pelaku tetap berusaha melawan menggunakan pisaunya. Warga pun bertambah beringas, menghajar pelaku. “Akhirnya, pelaku meninggal dunia dengan beberapa luka bacok di tubuhnya,” tukasnya.

Pelaku yang tinggal mengenakan celana hitam sebatas dengkul itu terkapar di pinggir jalan. Aparat Polsekta Kalidoni yang mendatangi lokasi kejadian mengamankan barang bukti pisau dan baju kaus hitam milik pelaku.

Termasuk sebatang bambu yang digunakan pelaku untuk mencuri dompet korban dari celah dinding papan rumah korban. Dompet kecil warna ungu motif polkadot itu ternyata hanya berisi kunci rumah, gelang aksesori milik korban.

”Setelah jenazah pelaku dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum, kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” jelas Heri.
Kemarin, keluarga pelaku sudah datang ke RS Bhayangkara Palembang mengambil jenazah Indra, termasuk ada tetangga yang mendampingi namun tak banyak komentar. “Gawe sehari-harinyo nukang (buruh bangunan, red),” cetus salah seorang yang datang ke RS Bhayangkara tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here