Korupsi Honor Dokter, Eks Dirut RS di Sumsel Divonis 18 Bulan Bui

0

Sumselterkini.com – Mantan Plt Dirut RSUD OKU Timur, dokter Dora Djunita Pohan divonis 18 bulan panjara di PN Palembang. Dora divonis ringan karena dinilai tidak terlibat tindak pidana korupsi.

“Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dab neyakinkan melakukan tindak pidana korupsi… Menjatuhi hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara,” ucap majelis hakim yang dipimpin, Saiman di PN Palembang, Senin (10/12/2018).

Selain vonis 18 bulan, dokter Dora turut diwajibkan membayar denda Rp 50 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Tentu saja hal ini sesuai pertimbangan ketiga hakim tipikor di PN Palembang.

Usai mendengarkan vonis hakim, dokter Dora melalui penasehat hukumnya Abun Awar menyatakan menerima vonis atas kasus tersebut. Sedangkan Jaksa masih fikir-fikir melakukan banding. Meskipun vonis hakim lebih rendah dari tuntutan 3 tahun penjara.

“Tetap kita hormati vonis ini. Saya selaku kuasa hukum terdakwa tetap kecewa ya, karena seharusnya menurut hemat kami klien kami itu bebas. Sebagaimana fakta persidangan yang ada,” kata Abun Awar.

Sebagaimana diketahui, Kejati Sumsel resmi menetapkan dokter Dora Djunita Pohan sebagai tersangka. Dia menjadi tersangka usai diperiksa sebagai saksi atas dugaan korupsi dana fiktif dokter spesialis sebesar Rp 540 juta, Jum’at (23/3/2018) lalu.

“Yang bersangkutan ini sudah dipanggil secara patut lebih dari tiga kali untuk kasus dugaan korupsi atau dana fiktif dokter spesialis saat menjabat sebagai kepala rumah sakit di Oku Timur. Maka dilakukan upaya paksa menghadirkan yang bersangkutan,” kata Wakil Kajati Sumsel, Hari Satyono saat itu.

Dora sendiri, kata Hari, diamankan saat berada di salah satu Mal di Kota Serang, Banten pada Rabu (21/3) sekitar Pukul 17.00 WIB. Namun saat akan langsung diterbangkan ke Kota Palembang, Dora sempat menangis dan memberontak setibanya di bandara Soekarno-Hatta.

Selanjutnya, tim gabungan intelijen dan tindak pidana khusus memutuskan utuk membatalkan penerbangan. Sampai akhirnya dapat dibujuk dan dibawa ke Palembang pada Kamis (22/3) sekitar Pukul 15.00 WIB.

Selama kasus ini bergulir, Dora dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta oleh JPU Kejati Sumsel, Hayin Suhito. Namun hakim akhirnya memvonis rendah dokter Dora karena dinilai tidak bersalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here