Lima Rekomendasi Film Lebih Horor Dibanding ‘The Nun’

0

Sumselterkini.com – Baru rilis pekan ini, film ‘The Nun‘ mendapatkan sambutan hangat dari para pecinta film horor di Indonesia. Pun ‘The Nun’ menambah deretan film horor yang bernuansa religi dari Hollywood.

‘The Nun’ menceritakan penyelidikan seorang biarawati bernama Irene (Taissa Farmiga) dan Father Burke (Demian Bichir) untuk menyelidiki kasus bunuh diri seorang biarawati di biara terpencil Romania. Film ini mampu menambah panjang daftar film horor-religius Hollywood.

Genre yang kerap berlatar gerejawi dan menceritakan perihal pengusiran setan atau eksorsisme ini memang memiliki banyak penggemar. Jika Anda salah satunya, berikut lima daftar film horor-religius yang wajib masuk daftar rekomendasi Anda dan lebih seram dibanding The Nun.

The Exorcist (1973)

Disutradarai oleh William Friedkin, film ini disebut sebagai film paling menakutkan sepanjang masa. Bercerita mengenai Chris MacNeil (Ellen Burstyn), seorang aktris atheis yang berusaha menyelamatkan anaknya, Regan (Linda Blair), yang kerasukan iblis.

Adegan yang paling terkenal dalam film ini adalah saat Regan memutar kepalanya 180 derajat dengan wajah yang menyeramkan.

Walau dengan premis yang sederhana, film horor pertama yang mampu masuk menjadi nominasi ‘Best Picture’ Oscar pada 1973 ini mampu memadukan kisah mistis dengan agama, filosofi, dan gagasan ilmiah dengan sempurna.

Efek suara dan make-up juga mampu membantu film ini menjadi salah satu film horor paling sukses yang pernah dibuat Hollywood.

The Omen (1976)

Film berdurasi 111 menit ini layak menjadi ‘teman karib’ film sebelumnya, The Exorcist. Mengambil kisah keluarga seorang politisi bernama Robert Thorn (Gregory Peck) yang mengadopsi seorang anak untuk ‘menggantikan’ anak kandungnya yang meninggal pada 6 Juni tepat pukul 6 pagi.

Tahun demi tahun berlalu hingga peristiwa janggal semakin lama semakin sering terjadi seiring Damien (Harvey Stephens) tumbuh besar, yang tak lain tak bukan adalah keturunan iblis.

Film yang tadinya akan berjudul The Anti-Christ ini mampu menyuguhkan berbagai adegan ikonik yang sulit dilupakan para penontonnya seperti adegan bunuh diri pengasuh Damien, angka serba 666, dan masih banyak lagi.

Scoring musik yang menegangkan dan membangun suasana ‘devilish’ dalam film ini juga terasa pas. Bahkan, komposer original soundtrack, Ave Satani, karya Jerry Goldsmith mampu memenangkan kategori Best Original Score.

Walaupun akting utama berpusat pada seorang anak kecil, Harvey Stephens mampu memainkan emosi secara luar biasa. Ia mampu terlihat polos dan menyeramkan di saat yang bersamaan. Film ini juga mengantarkan Harvey masuk nominasi Golden Globe pada 1977 silam.

Rosemary’s Baby (1968)

Beralih ke beberapa tahun sebelumnya, tren anak iblis atau jelmaan iblis sudah dimulai oleh film karya Roman Polanski ini. Film hasil adaptasi dari novel laris karya Ira Levin, Rosemary’s Baby mampu membawa nuansa supernatural thriller yang sempurna.

Berkisah mengenai Rosemary Woodhouse (Mia Farrow) dan suaminya Guy (John Cassavetes) yang baru pindah ke sebuah apartemen antik di New York. Di situ, Rosemary dan Guy memiliki tetangga bernama Minnie (Ruth Gordon) dan Roman Castevet (Sidney Blackmer) yang kemudian ia curigai hendak mengorbankan anak dalam kandungannya demi pemujaan iblis.

Berbagai plot twist disajikan secara proporsional sehingga penonton tak akan dibiarkan bersantai sejenak kala menyaksikan film ini.

Kesiapan premis dan adegan menegangkan yang tersusun secara rapi mampu membuat film ini meraih berbagai penghargaan. Ruth Gordon mampu memenangkan Oscar dalam kategori Best Supporting Actress.

Tak hanya itu, film ini sempat mencetak sejarah sebagai satu-satunya film horor yang masuk Academy Award hingga pada 1991 diikuti film The Silence of The Lambs.

Martyrs (2008)

Film besutan Pascal Laugier ini menjajakan sebuah ‘torture porn’ yang kuat dalam balutan narasi religius.

Berkisah mengenai seorang perempuan bernama Lucie (Jessie Pham) dan Anna (Erika Scott) yang hendak menelusuri jejak orang-orang yang menyiksa dirinya saat kecil, Martyrs banyak bernarasi tentang sebuah sekte sesat yang radikal yang mempertanyakan eksistensi kehidupan.

Organisasi ini memercayai bahwa kala jiwa dan raga sudah merasa sakit serta hampa maka kekuatan lain akan siap menghinggapi diri. Pengalaman mendekati kematian dipercaya mampu ‘menyadarkan’ diri.

Rilis pertama kali dalam Cannes Film Festival 2008, film asal Prancis ini mampu membuat penonton bergidik ngeri dengan adegan-adegan ekstrimnya. Tak hanya itu, naskah yang sarat akan pertanyaan-pertanyaan filosofis membuat penonton kerap merenung dan ketakutan di saat yang bersamaan.

Rec. (2007)

Terlihat dari judulnya, film garapan Jaume Balaguero dan Paco Plaze menggunakan teknik hand-held camera sebagai pengantar visual kepada penonton layaknya sebuah rekaman.

Film Rec. menceritakan tentang rekaman seorang reporter acara televisi, Angela Vidal (Manuela Velasco) dan kameramennya, Pablo (Pablo Rosso) yang meliput kehidupan profesi pemadam kebakaran.

Hal ini berlangsung normal hingga mendapat sebuah sirine tengah malam untuk membantu seorang wanita tua yang dilaporkan tiba-tiba berteriak dan terkurung di dalam kamarnya. Dari momen inilah ketegangan bertubi-tubi datang.

Perpaduan virus zombi yang dikaitkan dengan oknum Vatikan menjadikan film ini memiliki nilai yang berbeda dibandingkan film zombie lainnya. Namun, narasi religius memang tak terlalu kental disampaikan film asal Spanyol ini.

Namun, pertarungan dengan zombie memang tak pernah salah, apalagi diikuti eksekusi yang baik dalam membangun suasana menegangkan. Rec. melakukan hal ini dengan baik, terlebih dengan visual shaky camera yang sukses membuat kepanikan penonton berlipat ganda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here