Membuat Orderan fiktif, Pria ini Dituntut 12 tahun penjara

0

PALEMBANG – Nasib Apes di terima oleh Ricardo bin Hendriyanto bersama ketiga rekannya, Fredy Komala, Yonathan dan Welly Gunawan harus berurusan dengan hukum gara-gara membuat order fiktif di aplikasi taksi online.

Keempatnya menghadapi ancaman hukuman cukup berat pada sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan di PN klas 1 A Palembang yang diketuai hakim Tarigan SH, kemarin sore.

Keempatnya dituntut oleh JPU Ursula Dewi selama 12 tahun karena diduga melanggar UU ITE Pasal 30 ayat (2) Jo Pasal 46 ayat (2) UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU No.11 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dimana keempatnya, telah membuat dan mengorder layanan taksi online secara fiktif Grab. “Akibat perbuatan terdakwa, aplikator mengalami kerugian tidak sedikit yang mencapai Rp16 juta,” kata JPU.

Diketahui, pada 10 Februari 2018, saksi Hendrik Sagita yang merupakan anggota Sat Intelkam Polresta Palembang mendapat informasi dari masyarakat adanya pemesanan transportasi online (GRAB) secara fiktif dengan istilah “tembak orderan/ Tuyul”, dengan menggunakan kendaraan jenis Toyota Calya BG-1834-NO sedang mobile.

Setelah mendapat informasi melakukan pengintaian. Setelah dilakukan pemeriksaan terdapat bukti berupa handphone dan notebook, kartu perdana dan data identitas driver/ sopir serta surat kendaraan. Terdakwa mengakui telah melakukan tembak order dengan tujuan mendapatkan poin dan insentif tambahan serta masing-masing driver telah memiliki akun pemesan dengan menggunakan aplikasi “Multiple Account” dan mempersiapkan kartu perdana sebanyak-banyaknya untuk membuat akun tersebut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here