Pelamar CPNS 2018 Diprediksi Tembus 10 Juta

0

Sumelterkini.com, Jakarta – Tahun ini pemerintah berencana kembali membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Tapi hingga saat ini jadwal dan formasinya belum dilansir. Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperkirakan jumlah pendaftar bisa tembus 10 juta orang.

Sebagaimana diketahui, tahun lalu pemerintah juga membuka pendaftaran CPNS. Hingga penutupan, jumlah pelamar mencapai 2,4 juta orang. Perinciannya 1,1 juta lebih pelamar gelombang pertama dan 1,29 juta di gelombang kedua.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menyebutkan, potensi pelamar CPNS tahun ini akan lebih banyak. Prakiraan BKN sekira delapan sampai 10 juta pelamar. Dari manakah perkiraan angka tersebut?

“Kira-kira satu formasi diperebutkan 40 pelamar. Menurut Menteri PAN-RB, perkiraan formasinya 200 ribu sampai 250 ribu,” kata

Jadi jika ditotal potensi pelamar CPNS tahun ini bisa sampai 10 juta orang. Ridwan mengatakan, BKN harus menyiapkan infrastruktur pendaftaran online untuk mengantisipasi membludaknya pelamar CPNS.

Di antaranya dengan meningkatkan kapasitas website pendaftaran CPNS online yakni https://sscn.bkn.go.id. Sehingga ketika diakses seluruh calon pelamar CPNS tidak mengalami hambatan seperti server down atau sejenisnya. Upgrade infrastruktur lainnya adalah ketersediaan komputer untuk seleksi kompetensi dasar (SKD).

Ridwan juga menjelaskan, tes CPNS tahun tidak hanya untuk mengisi instansi pusat. Tetapi juga instansi daerah. Sehingga keberadaan komputer untuk mendukung tes tersebar di berbagai penjuru. Minimal di masing-masing provinsi tersedia fasilitas komputer untuk ujian SKD CPNS baru.

“Kalau SKD-nya harus di Jakarta semua, ada pertimbangan ongkos. Jadi sebaiknya tersebar di daerah,” tuturnya.

BKN masih mempertahankan ujian berbasis komputer karena lebih transparan dan jujur. Selesai ujian, peserta bisa langsung mengetahui dirinya mampu mengejar passing grade atau tidak.

Ridwan juga meminta masyarakat hati-hati terhadap berbagai modus penipuan bermodus CPNS. Di antaranya yang sering muncul adalah surat pengangkatan secara langsung kepada tenaga honorer. Padahal tidak ada skema pengangkatan langsung atau tanpa tes rekrutmen CPNS untuk kategori apapun di UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara itu, usulan kuota CPNS yang diajukan Sulawesi Utara (Sulut) mencapai 7.699. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Femmy Suluh optimis dalam penetapan nanti tidak akan lari jauh dari usulan tersebut.

“Pak Gubernur sudah bertemu dengan MenPAN-RB. Salah satu pembicaraan terkait CPNS. Pak Gubernur berharap penetapan kuota tidak berbeda dengan pengusulan,” sebutnya.

Menurut Suluh, apa yang diusulkan tersebut sudah mengacu pada analisis jabatan dan analisis beban kerja. “Jadi ada 14 kabupaten/kota yang mengusulkan. Kalau untuk Tomohon, sesuai analisis mereka, jumlah ASN masih cukup menghandle semua pekerjaan,” tuturnya.

Belum diumumkannya penetapan kuota CPNS, diakui Suluh, mengalami penundaan. “Kan direncanakan akhir Mei. Namun ada penundaan. Kemungkinan Juni ini sudah turun. Pelaksanaan setelah pilkada dan itu dilakukan serentak,” imbuhnya.

Sementara itu, pengamat pemerintahan Dr Stefanus Sampe mengatakan, pengusulan memang harus sesuai beban kerja. Jika anggaran daerah masih berat untuk belanja pegawai pasti akan ada pengurangan kuota dari pemerintah pusat. “Memang wajar kalau belanja pegawai tinggi lalu kuotanya dikurangi pemerintah pusat. Rata-rata semua daerah yang mengusulkan belanja pegawainya tinggi,” urai Sampe.

Dirinya mengatakan, pelaksanaan seleksi CPNS juga harus jauh dari KKN. Menurutnya, pelaksanaan CPNS wajib dilakukan transparan. Serta nilai dari masing-masing peserta memang harus diumumkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here