Pelatih Harus Lolos Sertifikasi jika Gak Mau Nganggur

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menertibkan profesi di dunia olahraga. Caranya, semua profesi di dunia olahraga harus kantongi surat akreditasi kompetensi. Jika tidak ada surat pengakuan itu, semua profesi di olahraga macam pelatih, wasit, masseur, medis, fisiterapist, bisa nganggur.

Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana menjelaskan, sertifikasi dilakukan sebagai solusi penunjang ketersediaan tenaga keolahragaan. Sekaligus sebagai pengakuan secara adiministrasi. Mengigat, selama ini belum ada standar sertifikasi kompetensi secara nasional.

“Dengan penguatan antara organisasi dan sumber daya manusia, ketenagaan di olahraga akan lebih bagus. Kami akan terapkan aturan ini secara bertahap. Jika belum, kami kembalikan ke federasinya. Targetnya, empat tahun ke depan semua bisa tersertifikasi. Pada saatnya nanti ada regulasi yang akan menyatakan bahwa tanpa sertifikasi, pelatih gak bisa melatih,”terang pria yang sudah profesor itu.

Dijelaskan Mulyana, Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional (BSANK) akan menjadi leading sektor dalam pendataan administrasi profesi di olahraga. Untuk menguatkan fungsi BSANK, Kemenpora menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kerja sama keduanya ditandai dengan penandatanganan MoU di Media Center Kemenpora Senayan, Jakarta, Kamis (2/8).

Dalam kerja sama ini, BSANK sebagai badan yang mendapatkan mandat operasional penyusunan standarisasi keolahragaan akan memberikan panduan, kurikulum, guidelines, dan pentunjuk teknis kepada BNSP dalam menyelengarakan sertifikasi bagi tenaga keolahragaan. Tujuannya, agar produk, hasil, keluaran dari BNSP dapat benar-benar memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan di setiap jenjang bagi
tenaga keolahragaan. Area kerja sama yang disepakati meliputi sistem sertifikasi kompetensi, pembinaan dan jaminan mutu sertifikasi kompetensi, pengembangan dan pengakuan sertifikasi kompetensi, kerja sama antarlembaga dan pengembangan sistem data dna informasi sertifikasi tenaga keolahragaan.

“Kerja sama ini dibuat agar tidak ada overlap antara BSANK dan BNSP,” jelas Ketua BASO Sumarna F. Abdurahman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here