Pertamakali di Sumsel, Jadi Pilot Project

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com – Bioindustri Padi Terpadu menurut Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian Prof. Dr. Risfaheri, M.Si, tidak hanya meningkatkan penjualan beras melalui peningkatan rendemen giling dan kualitas beras. Namun kedepannya olahan hasil samping dari penggiling padi, seperti sekam, bekatul dan lainnya.

“Untuk sekam sendiri dapat digunakan sebagai energi pemanas pengeringan gabah,” katanya ketika ditemui usai peresmian bioindustri padi terpadu di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kamis (4/10).

Bahkan abu sekamnya sendiri dapat diolah menjadi Pupuk Biosilika Cair sebagai pupuk mikro tanaman padi maupun tanaman lainnya seperti bawang merah, yang dapat menambah produktivitas tanaman.

“Paling tidak 1 ton/ha untuk tanaman padi,” ungkapnya.

Selanjutnya silika dari abu sekam dibutuhkan oleh industri berbasis karet, asap pembakaran sekam dapat ditangkap, menjadi asap cair yang digunakan sebagai bahan penggumpal latek, bahan pengawet makanan maupun biopestisida.

Kemudian Bekatul, juga bisa diolah menjadi aneka olahan produk pangan sehat berserat tinggi, seperti kukis dan geplak bekatul, susu bekatul, sereal dan susu bekatul, roti, minyak bekatul dan lainnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, Bioindustri padi terpadu ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, meminta petani tidak menjual produksi padinya dalam bentuk gabah kering panen (GKP).

“Bioindustri padi terpadu ini merupakan contoh pilot project di Sumael dan diharapkan diikuti desa-desa lainnya,”tegasnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian-Kementan melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, bekerjasama dengan industri produsen mesin penggilingan padi produksi PT. Cimoni dan Pemkab Banyuasin.

Terpisah, Bupati Banyuasin Askolani Jasi SH mengatakan pihaknya akan mendukung penuh program bioindustri terpadu ini.”Karena banyak manfaatnya bagi masyarakat terutama petani Banyuasin,”singkatnya.

Balai Besar Litbang Pascapanen memberikan bantuan satu set konfigurasi Auto-Pneumatic System Rice Milling Unit (AP-RMU), dua unit mesin pengering gabah berbahan bakar pemanas sekam berkapasitas 6 ton/muat. Satu set proses produksi Pupuk Biosilika Cair, satu set proses produksi asap cair dari pembakaran sekam, dan satu set proses pengolahan bekatul.

Hadir dalam peresmian bioindustri padi terpadu, Dr Ir Momon Rusmono, penanggung jawab upsus Pajale Sumsel, Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan, Kadis Pertanian Banyuasin Syamsul Bahri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here