Prestasi Indonesia di Asian Games 2018 Bukan Sukses Semu

0

Sumselterkini.com – Indonesia berhasil meraih 31 emas di Asian Games 2018. Sukses itu tak hanya sekadar sukses semu tuan rumah karena ada beberapa cabang yang menunjukkan geliat.

Sebagai tuan rumah, Indonesia punya keistimewaan untuk memasukkan cabang olahraga andalan yang biasanya tidak dipertandingkan di Asian Games. Di Asian Games 2018, Indonesia memasukkan pencak silat, jetski, bridge dan paralayang.

Pencak silat jadi cabang olahraga ‘tambang emas’ untuk Indonesia. Wewey Wita dan kawan-kawan memberikan 14 medali emas, hampir separuh torehan medali emas yang didapat Indonesia di Asian Games 2018.


Paralayang memberikan dua emas, sedangkan jet ski menyumbangkan satu emas untuk Indonesia. Sementara bridge tidak mampu memberikan medali emas.

Pemilihan cabang olahraga andalan untuk mendongkrak prestasi tuan rumah adalah sebuah hal yang wajar. China sebagai negara paling kuat di Asia pun melakukannya. Mereka memasukkan cabang olahraga dansa ketika mereka menyapu 10 medali emas yang disediakan pada Asian Games 2010 Guangzhou.

Indonesia meraih satu medali emas melalui cabang jetski.Indonesia meraih satu medali emas melalui cabang jetski. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Justru aneh bila tuan rumah tidak piawai memilih cabang olahraga andalan yang bisa mendongkrak raihan emas mereka di papan klasemen.

Raihan 31 emas memang akan sulit diulangi Indonesia di edisi-edisi Asian Games yang akan datang. Namun bukan berarti sukses prestasi Indonesia di Asian Games akan menguap begitu saja seiring hilangnya status tuan rumah empat tahun ke depan.

Ada cabang-cabang olahraga yang bisa diharapkan untuk menjadi tambang medali ke depannya. Selain bulutangkis dan angkat besi yang bisa bersaing di level Asia atau bahkan dunia, ada cabang lain yang bisa diharapkan di masa depan.

Panahan membuktikan mereka bisa tampil kompetitif. Diananda Choirunisa meraih medali perak, sedangkan Riau Ega mendapatkan medali perunggu. Pencapaian itu membuktikan atlet panahan Indonesia bisa bersaing dengan Korea Selatan yang sering dominan di cabang ini.

Panahan Indonesia punya potensi bagus meraih sukses di ajang multi-cabang selanjutnya.Panahan Indonesia punya potensi bagus meraih sukses di ajang Asian Games selanjutnya. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Dengan program latihan yang tersusun rapi dan banyaknya turnamen yang diikuti, Tim Panahan Indonesia punya potensi untuk memberikan medali di Olimpiade 2020.

Cabang olahraga karate dan taekwondo juga mampu membuktikan diri bisa meraih medali emas di Asian Games. Defia Rosmaniar (taekwondo) dan Rifki Ardiansyah (karate) yang masih berusia muda juga jadi indikasi atlet-atlet bela diri bisa bersaing di tingkat Asia.

Tim tenis Indonesia juga memberikan bukti bahwa Indonesia juga bisa berjaya di ‘cabang Olimpiade’. Sukses Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi memenangkan nomor ganda campuran adalah bukti Indonesia bisa kembali berprestasi di cabor tenis pada kawasan Asia seperti dua dekade lalu dan sebelumnya.

Tim sepak takraw mampu membuat sejarah dengan catatan emas pertama di Asian Games sejak sepak takraw mulai dipertandingkan pada 1990.

Cabang olahraga atletik juga memiliki masa depan yang menjanjikan bagi Tim Merah Putih. Pasalnya, tim estafet putra yang meraih medali perak di nomor 4×100 meter putra bermaterikan pelari-pelari muda. Ada Lalu Muhammad Zohri yang berusia 18 tahun serta Bayu Kertanegara 20 tahun. Usia 23 tahun milik Eko Rimbawan juga termasuk kategori yang bisa berkembang lebih jauh lagi.

Total ada 24 cabang olahraga yang berhasil memberikan medali yang berarti banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk persiapan multi event lainnya, mulai dari SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Defia Rosmaniar berhasil merebut medali emas di cabang taekwondo.Defia Rosmaniar berhasil merebut medali emas di cabang taekwondo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Meski level SEA Games lebih rendah, namun Indonesia harus memperbaiki catatan posisi kelima dengan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu pada SEA Games 2017 di tahun depan. Karena itu pemusatan latihan atlet-atlet pasca Asian Games harus terencana dengan baik dan benar.

Sedangkan untuk Asian Games 2022, jelas catatan 31 emas yang didapat saat ini tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk mengukur sukses empat tahun ke depan.

Akan ada cabang olahraga yang tidak bisa lagi memperjuangkan emas untuk Indonesia lantaran tak dipertandingkan. Barometer sukses Indonesia bisa diukur dengan perbandingan emas Asian Games 2014.

Dengan Indonesia mampu meraih medali emas lebih banyak dibandingkan 4 emas, plus mendapat medali lebih banyak dari tahun 2014 [10 cabor], maka itu bisa jadi indikator kesuksesan kontingen Indonesia.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Indonesia telah berhasil membuat fondasi kukuh dengan prestasi yang diukir saat ini. Jelas, sukses Indonesia tahun ini bukan sekadar sukses semu tuan rumah, namun tentunya dengan syarat pembinaan tetap berlangsung konsisten di tahun-tahun mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here