Ritual Mandi Darah Masih Lestari di Muratara

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com, MURATARA-Masyarakat di Kabupaten Muratara, khususnya di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, masih melestarikan ritual mandi darah atau Merabun Kemean. Ritual itu dilakukan sebagai pembayar nazar sekaligus ungkapan rasa syukur terhadap tuhan semesta alam.

Riki (22), warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, yang sempat menjalani ritual mandi darah atau merabun kemean mengatakan, darah yang digunakan merupakan darah hewan ternak berkaki empat, seperti kerbau dan sapi.

‘Itu tradisi turun temurun untuk membayar nazar karena sudah tamat kuliah. Juga sebagai doa agar diberikan keberanian, tidak mudah terkena penyakit, dan selalu ingat dengan tanah kelahiran,’ katanya, hari ini (2/7).

Proses memandikan darah ini dilakukan oleh sejumlah sesepuh dari pihak keluarga secara bergiliran. Kostum yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan celana pendek, tanpa pakaian, lalu di mandikan dengan di saksikan seluruh pihak keluarga.

‘Waktu dimandikan sambil didoakan oleh sesepuh. Makna mandi darah ini sebagai ritual agar yang dimandikan ingat dengan perjuangan orang tua sampai kita berhasil menempuh pendidikan,’ ungkapnya. (cj13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here