Roy Suryo Vs Menpora soal Barang Negara Rp 9 M

0

Sumselterkini.com – Roy Suryo merasa difitnah, Menpora Imam Nahrawi bicara. Menpora dengan tegas meminta Roy Suryo menyelesaikan kewajibannya mengembalikan barang-barang milik negara.

“Setiap tahun BPK memeriksa apa saja soal kegiatan, kesesuaian, kerugian, dan macam-macam termasuk aset BMN (barang milik negara). Ini saya berharap betul supaya diselesaikan agar tidak ada yang mengganjal pemeriksaan kita di masa yang datang,” ujar Imam kepada wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (7/9/2018).

Apa saja barang-barang yang disebut dibawa Roy Suryo selepas menjabat Menpora, Imam mengaku hanya ingat kamera. Dia menyebut rincian barang-barang sudah dilampirkan dalam surat yang dilayangkan Kemenpora pada 1 Mei 2018.

Rincian barang-barang milik negara ini menurut Imam merujuk pada laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2016. Dalam surat Kemenpora tertulis ada 3.226 unit barang yang diminta ke Roy Suryo untuk dikembalikan.

Setahu saya Rp 8-9 miliar,” sebut Imam.

Sehari sebelum blak-blakan mengenai barang milik negara yang ‘ditagih’ ke Roy Suryo, Imam tidak berkomentar. Lewat Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto, justru terungkap rencana mediasi lewat pertemuan Imam dengan Roy Suryo.

“Pak Menteri kemarin ada usul yang bagus, memerintahkan kepada kami, kepada saya, untuk segera mempertemukan Pak Menpora dengan Pak Roy Suryo. Jadi duduk bareng,” ujar Gatot di gedung DPR, Kamis (6/9).

Pihak Roy Suryo lewat pengacara, Tigor Simatupang menyatakan siap bermediasi. Apalagi, barang-barang milik negara yang diminta dikembalikan dianggap aneh.

Soal ‘tagihan’ barang milik negara ini, Roy Suryo menyebutnya sebagai fitnah. Karena itu, Roy memilih menunjuk pengacara melakukan pendampingan menghadapi Kemenpora.

Maaf setelah lama bersikap Sabar dan Mengalah terhadap kabar aset BMN (Barang Milik Negara, -red) Kemenpora sebanyak 3.226 unit yang disebut-sebutkan ‘masih saya bawa (?)’, padahal ini tidak benar sama sekali,” kata Roy melalui pesan singkat, Rabu (5/9).

Surat tersebut sebenarnya tertanggal 1 Mei 2018 dan bersifat rahasia. Namun entah mengapa menjadi viral saat ini.

“Saya duga dengan keras bahwa ini adalah fitnah untuk menjatuhkan martabat dan nama baik saya di tahun politik,” ungkap Roy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here