Senator Abdul Aziz: WNI Berpeluang Besar Bekerja di Qatar

0
Senator Asal Sumsel, yang juga Ketua Komite III DPD RI, Abdul Aziz, Bersama delegasi DPD RI menerima cinderamata dari Menteri Pembangunan Adminstrasi, dan Urusan Buruh dan Sosial Qatar, Dr Issa bin Saad al-Jafali al-Nuaimi, Senin (28/5/2018).

Sumselterkini.com, Doha – Peluang terbuka lebar bagi para pekerja migran Indonesia untuk bekerja di Qatar, negeri termakmur ketiga dunia. Ternyata, negara ini tidak membatasi jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) selama  sesuai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan pasar tenaga kerja di Qatar.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Delegasi Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPD RI) atau Senator yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite III DPD RI, Abdul Aziz dengan Menteri Pembangunan Administrasi dan Urusan Buruh dan Sosial Qatar, Dr Issa bin Saad al-Jafali al-Nuaimi di kantor Kementerian Tenaga Kerja Qatar di Doha, Senin, 28 Mei 2018.

“Selama keahlian dan keterampilan dan dibutuhkan pasar tenaga kerja Qatar, peluang bekerja sangat besar,” kata Issa bin Saad dalam siaran pers yang diterima sumselterkini.com, Senin (28/5/2018).

Menurut Abdul Aziz, dari pertemuan tersebut pihaknya mengetahui jika Qatar masih terus membuka kran bagi WNI yang berminat bekerja di sana. Ditambah lagi, Qatar melindungi pekerja Indonesia dengan memberlakukan undang-undang perlindungan tenaga kerja migran sampai menjamin tenaga kerja sebagai pengganti sistem kafala.

“Kami mengapresiasi hal tersebut, dan ternyata negara Qatar sangat melindungi tenaga kerjanya selain membuka seluas-luasnya kepada tenaga kerja Indonesia untuk bekerja. Asalkan memiliki kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan pasar,” kata Aziz.

Senator asal Sumatera Selatan itu juga mengatakan kesempatan ini ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Keberadaan tenaga kerja Indonesia seperti tolak ukuran dalam bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri lainnya. Sebanyak 10 ribu orang lebih tenaga kerja Indonesia adalah tenaga kerja terampil dan handal. Meski, sisanya sebanyak 30 ribu orang lebih adalah tenaga kerja informal.

“Saatnya bagi Indonesia untuk mengembangkan dan menambah jumlah tenaga kerja yang terampil dan handal. Dengan cara meningkatkan kemampuan dan skill mereka secara internsif dan masif,” ujarnya.

Aziz menegaskan, upaya yang bisa dilakukan dalam waktu dekat yakni dengan memperbanyak jumlah balai-balai diklat, dan memodernisasi peralatan pelatihan yang digunakan.

“Ini sangat penting, termasuk di Sumatera Selatan. Upaya itu salah satunya meningkatkan jumlah balai diklat dan melakukan moderisasi peralatan latihan, hingga saat ditempatkan bekerja di luar negeri seperti di Qatar para pekerja kita sudah memiliki keahlian yang setara,” kata anggota DPD RI dua periode ini.

M.Nopriansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here