Simulasi Buka Tutup 12 Kali

0

Sumselterkini.com – Simulasi buka tutup jalur menuju Jembatan Ampera, kemarin (13/8) berlangsung tanpa kendala. Bahkan selama empat jam simulasi, dari pukul 07.00-11.00 WIB, Satlantas Polresta Palembang bersama Dishub Kota tidak menutup Jembatan Ampera sama sekali, tetapi hanya melakukan pengalihan arus titik-titik yang mengalami kemacetan. Namun pengendara tetap bisa melintas di Jembatan Ampera.

Namun, informasi simpang siur sebelumnya terkait rencana penutupan Jembatan Ampera membuat beberapa pengendara panik. Warga yang tinggal di Seberang Ulu (SU) justru buru-buru berangkat pagi-pagi supaya bisa melintas Jembatan Ampera sebelum penerapan buka tutup.

Terutama mereka yang mau mengantar anaknya ke sekolah. “Takut telat. Daripada nanti Jembatan Ampera ditutup, lebih baik berangkat pagi-pagi sekali sebelum macet atau ditutup,” jelas Solihin (47), warga Kertapati yang hendak mengantar anak perempuannya ke SMK Negeri 3 Palembang di kawasan Bukit Besar, kemarin.

Tak heran, pantauan Sumatera Ekspres, sebelum pukul 07.00 WIB pun, jalur menuju Jembatan Ampera sudah macet. Berbeda arus sebaliknya dari arah Bundaran Air Mancur (BAM) dan Jl Jend Sudirman menuju Seberang Ulu dan Jakabaring terpantau lancar.

Karena kondisi itu, petugas satlantas pun sigap dengan mengalihkan rute untuk mengurai macet di Jembatan Ampera. Dari Plaju, petugas menutup belokan langsung ke Jembatan Ampera dan diarahkan memutar dari Simpang KB. Sebaliknya juga khusus mobil dari Jakabaring menuju Jembatan Ampera, tidak boleh naik flyover dan harus memutar dari Simpang KB.

Setelah pukul 08.00 WIB, kepadatan kendaraan pun cepat terurai. Tapi selain titik ini, petugas juga menutup jalur langsung menuju Jl Jenderal Sudirman dan Jembatan Ampera, salah satunya di Simpang Charitas. Kasatlantas Polresta Palembang, Kompol Andi Baso Rahman SH SIK MSi mengakui simulasi buka tutup arus kendaraan dari dan menuju Jembatan Ampera berjalan sesuai rencana.

“Tidak ada ditemui kendala berarti, arus kendaraan terlihat masih bergerak meski lambat,” jelasnya. Dikatakan, pihaknya berlakukan penggalan-penggalan dan pengalihan arus seperti dari arah Jl Veteran yang ke Seberang Ulu diarahkan agar melewati Jl Kapten A Rivai-Bukit Besar-Jl Demang Lebar Daun ke Musi 2. Tapi khusus kendaraan roda dua masih boleh melintas,” ungkap di sela-sela giat simulasi pengaturan arus lalu lintas di Simpang Charitas, kemarin (13/8).

Total, kata dia, ada 12 kali buka tutup meliputi Simpang Pasar Cinde, Simpang Charitas, dan Simpang Polda. “Selebihnya penutupan fleksibel melihat kondisi arus lalu lintas saat itu,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi simulasi, apalagi ada beberapa personel di lapangan yang belum fleksibel mengizinkan kendaraan yang membawa anak sekolah dan kuliah agar dapat diberikan akses buat melintas.

“Kita juga harap maklum karena saat itu memang situasi arus lalu lintas crowded. Tapi paling tidak itu menjadi bahan evaluasi kita saat hari H nanti,” cetus Andi. Setelah simulasi ini, buka tutup kembali akan berlangsung 18 Agustus mendatang. Namun, pada 15 Agustus akan didahului gelar pasukan terutama pengawalan di dalam venue di JSC.

“Di 18 Agustus itu, hari pembukaan Asian Games pukul 17.00 WIB. Akan ada persiapan seremonial dijadwalkan dihadiri sekitar 4 ribu tamu dan undangan,” tuturnya. Tentunya dipersiapkan kantong-kantong parkir kendaraan karena pada saat itu di dalam JSC sudah steril dari seluruh jenis kendaraan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here