Skripsi Dilempar, ini Kata Rektor

0

Sumselterkini.com – Sejak beberapa hari terakhir, warganet dihebohkan dengan video berdurasi 29 menit di media sosial (medsos). Dalam video itu, ribuan skripsi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dilempar dari lantai dua Fakultas Tarbiyah UIN Raden Fatah ke mobil pikap yang berada di bawah, tepat depan gedung fakultas tersebut.

Tak ayal, video tersebut dihujani berbagai komentar oleh warganet di medsos, baik Facebook maupun Instagram dan layanan pesan singkat WhatsApp (WA).

Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Dr HM Sirozi PhD, saat dikonfirmasi mengaku, skripsi tersebut bukan untuk dibuang, melainkan akan dipindahkan karena gedung tempat penyimpanan buku dan skripsi mahasiswa akan direnovasi.

“Itu skripsi Fakultas Tarbiyah pada 1993 dan akan dipindahkan dari gudang yang ada di gedung putih karena akan direhab. Karena ingin cepat, para tenaga teknis menjatuhkan skripsi dari lantai dua ke bak mobil pikap yang berada di halaman gedung tersebut,” terangnya.

Ia menuturkan, kondisi tersebut tidak akan mengurasi rasa hormat terhadap pemiliknya. “Insya Allah, tidak mengurangi rasa hormat terhadap para pemiliknya. Selanjutnya, akan diproses secara digital agar lebih efisien peminjamannya dan mudah diakses para peneliti,” ucapnya.

Pada dasarnya, lanjutnya, skripsi yang dipindahkan tersebut sudah berusia 15 tahun ke atas yang sudah ditempatkan di gudang. Selain juga bukan lagi bahan bacaan referensi bagi mahasiswa. “Menurut aturan kearsipan, skripsi tersebut sudah bisa dimusnahkan. Namun, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) masih mengamankan di gudang. Karena gudang itu akan direnovasi, untuk sementara skripsi tersebut dipindahkan ke tempat lain,” urainya.

Hal senada diungkapkan Wakil Rektor I UIN Raden Fatah, Dr Ismail Sukardi, kemarin (7/10). Menurut dia, terkait permasalahan tersebut, dirinya telah mendapat informasi langsung dari dekan FITK. “Saya dapat info dari dekan FITK, itu bukan dibuang, melainkan skripsi-skripsi lama itu dalam proses pemindahan. Karena situasi saat ini, banyak bongkar-bongkaran akibat pembangunan dan rehab gedung,” katanya melalui pesan singkat.

Agar tidak memakan tempat, dirinya menyarankan agar skripsi-skripsi itu dilakukan digitalisasi. “Itu skripsi-skripsi lama, sekitar 10-15 tahun lalu. Kalau sekarang, kita persyaratkan agar pengumpulan skripsi tidak hanya dalam bentuk cetak hard copy, tapi juga soft copy dalam bentuk CD,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here