Target Tuntas Akhir Tahun

0
sumber:sumeks.co.id

Sumselterkini.com – Pelaksanaan pembayaran ganti untung lahan dan bangunan yang terkena program pembangunan Jembatan Musi VI ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun ini. Bahkan saat ini, para pemilik persil sudah dilakukan pertemuan terkait besaran nominal yang akan diterima.

“ Kita sudah adakan pertemuan dengan warga terkait pembayaran persil yang ada sekarang. Kita baru menawarkan nilai angka ke masyarakat, nantinya masyarakat yang akan menilainya setuju atau tidak dengan angka yang ditawarkan tadi. Kalau setuju akan dijadwalkan untuk dibayarkan, yang belum masih akan dilakukan pembahasan lebih lanjut,” ujar PPK Pengadaan Lahan Jembatan Musi VI, Hilman, kemarin (30/11).

Untuk jumlah pemilik persil yang diajak mediasi ini mencapai puluhan orang khususnya yang berada langsung di lokasi pembangunan yang saat ini terus dikerjakan. Kalau soal angka yang ditawarkan, kata dia bervariasi. Mulai puluhan juta hingga miliaran rupiah sesuai dengan luas lahan dan bangunan serta kualitas bangunannya. “Tentunya ada perbedaan antara rumah kayu dan beton,” terangnya.

Sementara itu, Camat Seberang Ulu I, Novran Hansya mengungkapkan, bahwasanya pertemuan antara warga selaku pemilik persil dan pelaksana di lapangan sudah beberapa kali batal dilakukan. Bahkan baru Kamis (29/11) dilakukan pertemuan di kantor kecamatan.

“ Memang pertemuan dilakukan kemarin (kamis,29/11). Tapi ini tidak membahas ganti untung, masih dalam rangka penentuan nominal atau besaran ganti untung yang akan dibayarkan. Dengan kata lain, masih berkutat dengan angka yang akan dibayarkan. Tapi bila semua harga yang ditawarkan ini disepakati, rencananya, akhir Desember ini semua sudah beres,” bebernya.

Karena itu, dirinya berharap kepada masyarakat selaku pemilik persil tidak keberatan dengan harga yang sudah ditawarkan oleh pemerintah tadi. Pasalnya, harga sendiri dilakukan oleh pihak ketiga dan dinilai secara objektif berdasarkan luas dan kondisi tanah dan bangunan.

“ Yang kita tahu, nilainya sudah di atas nilai pasaran yang ada saat ini. Sehingga pembebasan ini bukan lagi ganti rugi melainkan ganti untung. Kalau untuk nominal, yang tahu hanya pemilik persil dan KJPP melalui PPK terkait. Sebab kita tidak dilibatkan dalam pembebasan maupun penentuan harganya,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here