Terdengar Cekcok, Empat Tembakan

0
sumber: sumeks.co.id

Sumselterkini.com – Peristiwa menggegerkan terjadi di Jl Aroe RT 5 RW 3, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, kemarin (6/12). Sekitar pukul 13.30 WIB, Faisal (45), salah seorang warga di sana tewas dengan kepala ditembak.
Tak sendirian, tapi bersama dua warga lain, Zainal Imron (45) dan Luken (30). Keduanya warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Mereka juga tewas dengan kepala ditembak.

Siapa pelakunya? Masih dalam penyelidikan. Informasinya, sebelum kejadian, sebuah mobil Rush hitam mendatangi rumah Faisal tersebut. Penumpangnya empat orang, termasuk sopir. Tiga orang turun, yakni Zainal, Luken, dan CH (Chandra) yang informasinya oknum tentara. Sedangkan pria yang belum diketahui identitasnya menunggu di mobil, tidak ikut turun.

Kedatangan ketiga orang yang dikenalnya itu disambut di empunya rumah, Faisal. Mereka berempat lalu duduk dan ngobrol di teras rumah. Tak lama kemudian, istri Faisal mendengar cekcok mulut disusul letusan senjata.

Dia keluar ke teras dan mendapati suaminya yang mengenakan kain sarung tewas dengan luka tembak di kepala. Posisi Faisal tertelungkup bersimbah darah di bawah kursi.
Sedang Zainal yang mengenakan celana pendek juga tewas dengan luka tembak di kepala. Posisinya masih duduk di kursi.

Untuk Luken, bersimbah darah karena tertembak juga di kepalanya. Hanya saja, posisi dia tersungkur di teras karena diduga masih sempat mencoba untuk menyelamatkan diri. Tapi tak berhasil.

Deni (21), anak Faisal mengatakan, ayahnya dan Zainal ditembak di tempat. “Kalau Luken, sudah mau berlari,” ucapnya. Kata dia, sebelum kejadian, sang ayah berniat tidur siang. “Tapi karena dua temannya datang sama Chandra, jadi urung. Satunya tidak tahu siapa, dia lari,” bebernya.

Menurut Deni meski tak melihat langsung, tapi dia mendengar kalau Chandra marah-marah dan diduga menembaki ketiga korban. Dedi, tetangga korban mengungkapkan, siang itu yang datang ke rumah dan mengetuk pintu adalah Zainal, Luken dan pria yang diduga Chandra. “Tidak lama setelah itu, kami dengar suara cekcok dan tembakan cukup keras, tiga atau empat kali letusan,” imbuhnya.

Dedi lalu mendengar teriakan histeris minta tolong istri Faisal sambil mendatangi rumahnya. Dia lalu mendekati teras yang menjadi lokasi kejadian. Terlihatlah Faisal, Zainal dan Luken bersimbah darah di posisi masing-masing. Sedang pelaku penembakan sudah kabur.

“Zainal dalam kondisi duduk di kursi. Kepala ditembak, sedangkan Faisal terlungkup di dekat kaki Zainal,” bebernya. Mayat keduanya dievakuasi ke RSUD Prabumulih.
Sedangkan tubuh Luken ditemukan sekitar 3 meter dari teras tempat ngobrol. Kondisinya saat itu masih bernyawa, tapi sekarat. Dia dilarikan ke RS AR Bunda. Meski sempat dirawat, nyawanya tak tertolong.

Lurah Kelurahan Gunung Ibul Barat, Andi mengatakan, dia mendapat kabar ada warganya yang tewas kena tembak. Karena itu dia langsung ke lokasi untuk memastikan. “Katanya sempat ribut, kejadian penembakan. Satu masih hidup dan dibawa ke RS AR Bunda,” bebernya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk dibincangi di RSUD Prabumulih membenarkan, ada tiga orang warga yang jadi korban penembakan. Semuanya meninggal. “Untuk pelakunya masih didalami dulu,” ujarnya. Motif dari penembakan juga belum terungkap.

Hanya saja, beredar informasi kalau Chandra diduga sedang butuh uang. Dia pernah bertanya kepada temannya yang punya kenalan orang bank. Niatnya mau pinjam uang, tapi tidak diketahui berapa banyak dan untuk apa.

Tito menambahkan, rangkaian cerita peristiwa itu belum jelas. “Yang pasti, ketiga korban semuanya ditembak di kepala dan meninggal,” tandasnya. Dia belum bisa memastikan keterkaitan tewasnya ketiga korban dengan ditemukannya Chandra yang juga terluka tembak di kepala belakang.

Warga menemukan pria yang diduga oknum TNI itu di kawasan Jalan Lingkar Prabumulih dengan kondisi bersimbah darah. Menyeruak dugaan kalau dia berusaha bunuh diri. Chandra dilarikan ke RSUD Prabumulih dan hingga pukul 20.01 WIB tadi malam, yang bersangkutan masih dalam perawatan. “Kita belum tahu ada hubungan atau tidak,” cetus Kapolres.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), jajarannya menemukan empat selongsong dan tiga butir proyektil. “Untuk senjata jenis apa, akan dicek lewat uji balistik,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here