Tiba di Palembang, Pemain Sriwijaya FC Disambut Air Mata Suporter

0

Sumselterkini.com – Suasana sedih menyelimuti kedatangan para pemain Sriwijaya FC di bandara SMB II Palembang, Sumatera Selatan.

Ratusan suporter sengaja datang untuk memberikan dukungan dan semangat terhadap tim Laskar Wong Kito. Mereka meneriakkan yel-yel pemberi semangat pada Yu Hyun dkk sembari memegang spanduk bertuliskan “Kami Tetap Setia”. Sriwijaya FC baru saja turun kasta di Liga 2.

Beberapa suporter tampak meneteskan air mata langsung memeluk pemain. Yu Hyun Koo, Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, Alan Hendrique pun tak kuasa menahan air mata di antara ratusan tim pendukungnya.

Striker Sriwijaya FC, Alberto Goncalves, mengaku para pemain juga memahami apa yang kini sedang dirasakan ratusan suporter yang datang. Merekapun akhirnya menangis bersama.

“Saya sedih, semuanya sedih. Istri, anak-anak saya juga sedih. Saya telpon papa dan mama saya mereka juga menangis,” kata Beto disela pertemuan antara tim dengan para suporter.

Meskipun saat ini terdegradasi ke Liga 2, Beto berharap Sriwijaya FC tak terpuruk atas keadaan ini. Bahkan kedatangannya ke Palembang sebagai wujud komitmen mereka untuk tetap memperkuat tim di Piala Indonesia 2018.

Terlihat hampir seluruh pemain kembali ke Palembang. Beberapa yang tak turut serta ada Marckho Merauje yang kembali ke Papua, Teja Paku Alam ke Padang, Nur Iskandar ke Yogyakarta, dan Achmad Faris ke Gresik.

Kemudian, dua pelatih yakni Alfredo Vera dan Estefan kembali ke Surabaya karena kontrak mereka sudah berakhir usai laga melawan Arema FC kemarin.

“Saya ke Palembang karena ingin main di Piala Indonesia. Saya rencana pulang ke Brazil pada 15 Desember. Tapi tidak apa, saya tetap main tanggal 14 Desember di Piala Indonesia berhadapan Persimura,” kata Beto.

Beto mengatakan, dirinya akan merasa sangat bersalah jika telah membiarkan Sriwijaya FC dalam keadaan seperti ini. Bahkan setelah Laskar Wong Kito gagal bertahan di Liga 1.

“Sedih itu sudah pasti, tentu saya sedih sekali. Tapi kami sudah berjuang keras, meski kami akhirnya gagal, kami tetap berdiri tegak. Masyarakat tentu dapat menilai sendiri bahwa Sriwijaya FC tidak layak di Liga,” kata dia.

Setelah dipastikan terdegradasi, Asisten Pelatih Hartono Ruslan mengaku saat ini mereka fokus ke Piala Indonesia. Bahkan akan kembali berjuang agar kembali lagi ke Liga 1 tahun 2020 mendatang.

“Semua sudah terjadi, kita semua harus menerima kenyataan ini. Tetapi sebagai pemain profesional harus tetap bangkit. Tugas belum selesai musim ini, ada liga Indonesia di depan mata,” kata Hartono.

Menurut Hartono, yang tersulit baginya kini adalah mengembalikan semangat pemain. Untuk itu, jajaran pelatih akan memulai latihan pada Selasa (11/12) sore.

“Besok coba start lagi, dengan pemain yang ada. Saya masih sangat optimis karena masih banyak pemain yang mau turun,” kata Hartono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here