Tukang Becak di Palembang Minta Dilibatkan Saat Asian Games

0
sumber:sumeks.co.id

Sumselterkini.com, PALEMBANG – Aksi demo dilakukan ratusan tukang becak se-Kota Palembang yang tergabung dalam Forum Perjuangan Rakyat (FPR) Sumsel menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemprov Sumsel, Senin (16/7).

Dalam demo ini, mereka menuntut dilibatkan dalam gelaran Asian Games 2018 mendatang. Koordinator Lapangan FPR Sumsel, Syahril mengatakan pihaknya sangat mendukung pelaksanaan Asian Games di kompleks olahraga Jakabaring Sport City (JSC). Karena itu pihaknya ingin mengambil manfaat dalam perhelatan tersebut seperti SEA Games 2011. “SEA Games kami dilibatkan, tapi tahun ini belum ada kejelasan. Kami ingin kepastian jika kami juga bisa ikut menyemarakkan Asian Games,” ujar Syahril saat menyampaikan orasinya.

Syahril mengungkapkan pengemudi becak saat ini mencapai 1.500 orang. Dari jumlah itu, hanya 500 orang yang akan dilibatkan. “Itu sudah kami seleksi, karena kami siap memenuhi persyaratan yang ada,” katanya.

Menurutnya, angkutan becak sangat cocok dijalankan di sekitar kawasan venues. Apalagi kendaraan berbahan bakar fosil dibatasi beroperasi di area JSC. “Kalau memang kendaraan BBM tak bisa masuk karena ingin menerapkan zero emisi selama perhelatan, izinkan kami mengambil peran. Angkutan kami jelas zero emisi. Pengunjung pun mendapat transportasi yang layak dan aman saat menempuh perjalanan dari venue ke venue,” terangnya.

Dijelaskan Syahril, aksi ini kedua kali. Sebelumnya perwakilan mereka diterima langsung Sekda dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel. “Pertemuan pertama pemerintah mau mengakomodir keinginan kami. Tetapi seiring dekatnya waktu pelaksanaan Asian Games, tidak ada kejelasan terhadap keputusan tersebut. Makanya, kami gelar aksi lagi untuk mengingatkan pemerintah dan pihak penyelenggara,” ucapnya. Jika tak diakomodir pihaknya akan gelar aksi lebih besar lagi.

Ketua FPR Sumsel, M Yudi Aburrahman menambahkan pihaknya diajak bertemu dengan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin. Hasilnya seluruh pengemudi becak akan diakomodir untuk ambil bagian dalam Asian Games 2018. Hanya saja, nantinya ada beberapa persyaratan harus dipenuhi sebagai standar kelayakan operasi.

“Becak kami harus di-branding. Selain itu, harus layak dan aman saat beroperasi. Kemudian akan ditetapkan wilayah operasinya, kemungkinan antarvenue saja. Tidak di sekitar stadion utama. Tapi nanti akan dibicarakan lebih lanjut dengan Kadishub,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk operasional pengayuh becak nantinya bakal digaji langsung oleh penyelenggara. Saat pelaksanaan SEA Games 2011 lalu, penarik becak digaji Rp200 ribu per hari. “Kami harap juga bisa sebesar itu,” pungkasnya. Setelah mendapat keputusan dari Gubernur Sumsel jika mereka bakal dilibatkan dalam perhelatan Asian Games, mereka pun membubarkan diri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here