Ulasan Film: ‘Crazy Rich Asians’

0

Sumselterkini.com – Tak salah bila menyebut bahwa Crazy Rich Asians menjadi salah satu film komedi romantis yang patut untuk disaksikan.

Meski perilisan di Indonesia lebih lambat tiga pekan dari debut di Amerika Serikat, menonton film yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya Kevin Kwan ini di bioskop tidak akan sia-sia.

Crazy Rich Asians bukan hanya sekadar film yang menghibur, sejak awal film ini sudah dikategorikan spesial. Salah satu alasannya, mayoritas pemain dan kru yang terlibat merupakan keturunan Asia.

Hal ini menjadi spesial bagi Hollywood yang sudah paceklik keberagaman dalam 25 tahun terakhir. Tercatat, film Hollywood dengan mayoritas pemain berdarah Asia terakhir kali adalah The Joy Luck Club (1993).

Namun film ini bukan hanya sekadar memanfaatkan keberagaman untuk komersil.

Usai dirilis, film garapan sutradara Jon M. Chu ini banjir pujian hingga bertahan di puncak box office Amerika Utara selama tiga pekan pertama penayangan. Bahkan, laman agregator Rotten Tomatoes memberi nilai 93 persen untuk film ini.

Pencapaian ini sebanding dengan sajian yang disuguhkan oleh Chu pada filmnya. Ia meramu sebuah cerita yang sederhana dan mungkin sudah cukup umum menjadi paket yang istimewa.

Crazy Rich Asians bercerita tentang kisah asmara Rachel Chu (Constance Wu), seorang wanita keturunan China-Amerika yang bertandang ke kota kelahiran sang kekasih Nick Young (Henry Golding) di Singapura, untuk bertemu keluarganya.

Rachel Chu (Constance Wu) kaget bukan kepalang saat tau kekasihnya, Nick Young (Henry Golding) adalah anak orang kaya raya di Singapura.Rachel Chu (Constance Wu) kaget bukan kepalang saat tau kekasihnya, Nick Young (Henry Golding) adalah anak orang kaya raya di Singapura. (dok. Warner Bros Pictures)

Perjalanan itu menjadi sesuatu yang mengejutkan sekaligus berat bagi Rachel kala mengetahui Nick berasal dari keluarga yang amat kaya raya.

Sang kekasih ternyata juga dikenal sebagai pria tampan nan pintar yang begitu dipuja oleh semua perempuan lajang kelas atas di Singapura.

Para perempuan itu bersekongkol untuk menjatuhkan dan membuat Rachel menyerah dari sisi Nick. Belum lagi, latar belakang Rachel yang dianggap tidak sepadan membuat ia mendapatkan penolakan besar dari keluarga Nick.

Nick dipaksa memilih, antara keluarga atau Rachel.
Bila tidak dikemas dengan baik, mungkin film ini hanya menjadi sebuah roman picisan ala-ala sinetron saja. Namun, Peter Chiarelli dan Adele Lim berhasil merangkai kisah sederhana itu terasa begitu relevan tanpa dialog receh yang dibumbui drama tidak masuk akal.

Film ini bukan hanya berbicara soal cinta tapi juga budaya di Asia yang sebagian besarnya masih menganut bahwa restu orangtua adalah segalanya.

“Di sini [Asia], orangtua terobsesi untuk membentuk masa depan anaknya,” demikian seperti sebuah dialog yang disampaikan karakter ibu Nick, Eleanor Young (Michael Yeoh).

Potret-potret kehidupan masyarakat Asia lainnya pun ditangkap secara jelas di film ini.

Menariknya, selain menyuguhkan realita yang kerap terjadi, film ini menyisipkan pandangan bahwa pada akhirnya orangtua tidak melulu menjadi penentu setiap langkah yang diinginkan anaknya.

Chu mengarahkan alur serta menempatkan emosi secara tepat hingga membuat film yang berdurasi selama dua jam ini menjadi sajian yang menghibur sekaligus menyentuh. Crazy Rich Asians sama sekali tidak membosankan.

Aspek lain yang membuat film ini menjadi istimewa adalah musik pengiring serta lagu tema. Pemilihan musik dan lagu yang apik menjadi penopang serta salah satu elemen terkuat untuk melengkapi cerita juga suasana.

Soal akting, tiap pemain mendapatkan porsi yang sesuai. Namun yang patut diacungi jempol adalah Awkwafina sebagai kawan Rachel, Peik Lein.

ia mampu mencuri perhatian dengan celotehan spontan nan konyol. Hal itu turut disokong dengan tingkah keluarganya yang tak kalah konyol.

Selain Awkwafina, peran lain yang begitu memukau yakni Yeoh sebagai ibu Nick. Aktris berdarah China-Malaysia ini begitu menjiwai karakter sebagai seorang ibu yang angkuh dan menghalalkan segala cara demi kebahagian sang anak, menurutnya sendiri.

Secara keseluruhan, Crazy Rich Asians menjadi satu suguhan film tahun ini yang sayang untuk dilewatkan.

Kini, setelah bertahan di puncak box office Amerika Utara selama beberapa pekan, Crazy Rich Asians berkesempatan rilis di salah satu pasar Asia terbesar bagi Hollywood, Indonesia, per 11 September 2018.

Di Amerika Utara, film berbujet US$30 juta ini sudah mengantongi US$135,7 juta. Angka itu belum termasuk dari pasar asing, beberapa dari Malaysia dan Singapura, sebesar US$28,6 juta.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here